Sistem Komputer
A. Cara Kerja Komputer
Komputer adalah mesin yang dapat
diprogram. Dua karakteristik utama dari sebuah komputer adalah: Ia menanggapi
serangkaian instruksi tertentu dengan cara yang terdefinisi dengan baik, dan ia
dapat mengeksekusi daftar instruksi yang telah direkam sebelumnya (sebuah
program).
Komputer
awal dimaksudkan untuk digunakan hanya untuk perhitungan. Kini, komputer modern
memiliki kemampuan menyimpan, mengolah dan memproses data. Secara konvensional,
komputer modern terdiri dari setidaknya satu elemen pemrosesan, biasanya unit
pemrosesan pusat (CPU) dalam bentuk mikroprosesor, bersama dengan beberapa
jenis memori komputer, biasanya chip memori semikonduktor.
Komputer
menjalankan perintah secara berurutan, dengan data yang terus-menerus berpindah
dari input dan memori ke prosesor perangkat. Saat ini, komputer melakukan
pekerjaan yang dulunya rumit menjadi lebih sederhana. Misalnya, seseorang dapat
menulis surat dalam pengolah kata, mengeditnya kapan saja, memeriksa ejaan,
mencetak salinan, dan mengirimkannya ke seseorang di seluruh dunia dalam
hitungan detik.
Secara
keseluruhan, komputer bekerja dalam empat langkah:
1. Input
Input adalah data sebelum diproses.
Ia berasal dari mouse, keyboard, mikrofon, dan sensor eksternal lainnya.
2. Penyimpanan
Penyimpanan pada komputer adalah
bagaimana komputer menyimpan data input. Hard drive digunakan untuk penyimpanan
data jangka panjang dan massal sementara kumpulan data untuk pemrosesan segera
disimpan sementara di Random Access Memory (RAM).
3. Pemrosesan
Pemrosesan adalah tempat input
diubah menjadi output. Central Processing Unit (CPU) komputer adalah otaknya.
Ini bertanggung jawab untuk mengeksekusi instruksi dan melakukan operasi
matematika pada data input.
4. Output
Output adalah hasil akhir dari
pengolahan data. Itu bisa apa saja dari gambar, video, atau konten audio,
bahkan kata-kata yang diketik menggunakan keyboard. Seseorang juga dapat
menerima output melalui printer atau proyektor, bukan langsung melalui
perangkat.
B.
Sistem Bilangan
Sistem bilangan digunakan untuk
menentukan bagaimana suatu bilangan dapat diwakili oleh simbol yang telah
disepakati. Isinya berupa satu set pesan simbol yang berupa angka dengan
batasan untuk operasi aritmatika penjumlahan, perkalian, dan operasi aritmatika
yang lain. Sistem bilangan ini juga digunakan dalam proses penemuan IP Address.
Sistem
bilangan ini mempunyai radix atau bisa juga disebut basis yang digunakan
sebagai nilai patokan. Terdiri atas 4 sistem bilangan yaitu sistem bilangan
biner, desimal, oktal, dan heksadesimal dengan radix yang berbeda dalam setiap
bilangan. Di bawah ini merupakan tabel berisi jenis-jenis sistem bilangan
beserta radix dan simbol yang digunakan untuk setiap sistem bilangan.
1. Sistem Bilangan Desimal
Di sistem bilangan desimal, cara
menghitung bilangannya dengan menggunakan 10 simbol, yakni ‘0’, ‘1’ ,’2′ ,’3′,
‘4’, ‘5’, ‘6’, ‘7’, ‘8’, dan ‘9’. Bilangan desimal mempunyai radix atau basis
10. Jika kita punya angka 678, maka angka 8 tersebut disebut satuan, angka 7
disebut puluhan, dan angka 6 disebut ratusan.
Angka yang
memiliki arti terbesar, dalam contoh tersebut yakni angka yang bernilai
ratusan, yang mempunyai letak paling kiri dinamakan Most Significant Bit (MSB).
Dalam bilangan tersebut yang dinamakan MSB adalah angka 6. Dan untuk angka yang
memiliki nilai terkecil, dalam contoh bernilai satuan, dan mempunyai letak
paling kanan dinamakan Least Significant Bit (LSB) dalam bilangan tersebut
yaitu angka 8.
2. Sistem Bilangan Biner
Dalam sistem bilangan biner,
menggunakan 2 simbol, yakni ‘1’ dan ‘0’. Oleh karena itu, biner mempunyai radix
2. Contoh bilangan biner adalah 1100. dalam hal ini, angka 1 paling kiri
merupakan MSB dan angka 0 paling kanan adalah LSB.
3. Sistem Bilangan Oktal
Sistem bilangan oktal mempunyai
radix 8. jadi simbol yang digunanakan juga 8 yaitu ‘0’, ‘1’ ,’2′ ,’3′, ‘4’,
‘5’, ‘6’ dan ‘7’. Bilangan ini digunakan sebagai alternatif untuk
menyederhanakan sistem pengkodean biner. Karena 8=23, sehingga 1 digit oktal
dapat mewakili 3 digit biner. Contoh bilangan oktal adalah 476. Angka 4
merupakan MSB dan angka 6 merupakan LSB.
4. Sistem Bilangan Heksadesimal
Heksadesimal menggunakan 16 simbol,
yakni ‘0’, ‘1’ ,’2′ ,’3′, ‘4’, ‘5’, ‘6’,
‘7’, ‘8’, ‘9’, ‘A’, ‘B’, ‘C’, ‘D’, ‘E’, dan ‘F’. Oleh karena itu heksadesimal
mempunyai radix 16. Bilangan heksadesimal juga digunakan untuk alternatif dalam
penyederhanaan sistem pengkodean biner. Hal ini dikarenakan 16=24, sehingga 1
digit heksadesimal dapat mewakili 4 digit biner.
C.
Gerbang Logika
Gerbang logika adalah komponen
elektronik fisik yang berfungsi untuk menghantarkan sinyal ketika kondisi
tertentu terpenuhi. Sinyal tersebut dapat berupa '1' atau '0', yang
masing-masing mewakili “benar” atau “salah”.
Gerbang
logika dapat melakukan operasi yang berbeda seperti 'AND', 'OR', 'NOT', dan
'XOR'. Gerbang logika digunakan untuk merancang sirkuit kompleks seperti
prosesor, unit memori, dan perangkat digital lainnya.
Berikut ini
adalah beberapa kegunaan gerbang logika:
1.
melakukan operasi logika dasar seperti AND, OR,
NOT, NAND, NOR, XOR, dan XNOR, berdasarkan sinyal input yang mereka terima.
2.
melakukan operasi aritmatika dasar pada bilangan
biner, seperti penjumlahan, pengurangan, dan perkalian.
3.
memproses sinyal digital untuk menyaring,
memperkuat, atau memodulasi sinyal digital.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar